
Foto : Bupati Sidoarjo, H. Subandi, yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Sidoarjo,Rajawali1news.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo secara konsisten memperkuat fondasi kebangsaan melalui penanaman nilai-nilai luhur ideologi negara di tengah dinamika perkembangan zaman yang semakin kompleks. Langkah strategis ini terus digalakkan guna memastikan masyarakat lokal memiliki daya tahan moral yang kokoh dalam menghadapi berbagai arus disrupsi teknologi maupun transformasi sosial. Melalui komitmen bersama antar-elemen kepemimpinan daerah, penegasan terhadap eksistensi dasar negara dipandang sebagai hal yang mutlak demi menjaga stabilitas, toleransi, dan persatuan pembangunan di wilayah Sidoarjo. Momentum peringatan historis yang digelar di pusat kabupaten menjadi sarana penting untuk merefleksikan kembali peran ideologi sebagai penuntun arah kebijakan publik dan perilaku sosial kemasyarakatan.

Agenda besar ini dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara yang berlangsung khidmat di Alun-alun Sidoarjo. Kehadiran jajaran Forkopimda Sidoarjo, anggota legislatif, TNI/Polri, kepala OPD, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan mempertegas dukungan organisasi dan politik yang solid bagi penguatan ideologi bangsa.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan ancaman perpecahan,” ujar H. Subandi saat membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI.
Bupati Sidoarjo menegaskan bahwa prinsip-prinsip ketatanegaraan yang terkandung dalam dasar negara terbukti mampu menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh dalam keberagaman suku, budaya, dan agama dalam satu ikatan kebangsaan yang utuh.
“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak persatuan bangsa,” tegas H. Subandi.
Manajemen pemerintahan daerah menempatkan nilai musyawarah, gotong royong, dan kemanusiaan sebagai kekuatan utama dalam menjaga persatuan daerah sekaligus berkontribusi terhadap ketertiban yang lebih luas. Transformasi nilai ini diharapkan tidak sekadar menjadi simbol atau hafalan semata, melainkan benar-benar diimplementasikan ke dalam setiap kebijakan manajerial program kerja pemerintah maupun perilaku sosial sehari-hari. Penguatan ini dinilai sangat krusial mengingat tantangan global saat ini tidak hanya berkutat pada masalah lokal, melainkan juga dinamika geopolitik dunia yang bergerak dinamis.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan nilai-nilai kemuasiaan,” tutur H. Subandi.
Melalui pelaksanaan upacara yang penuh dengan semangat kebangsaan tersebut, jajaran aparatur daerah berkomitmen untuk menjadikan peringatan tahunan ini sebagai motor penggerak kesadaran kolektif masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara pemangku kebijakan dan seluruh lapisan warga, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo optimis semangat keadilan sosial dan perdamaian dapat terus tertanam secara mendalam demi terwujudnya daerah yang aman, maju, dan berkeadilan. (YG)
Tidak ada komentar