Bupati dan Wakil Bupati Tampil Kenakan Benang Bintik, Budaya Lokal Bersinar di Panggung HUT Pulang Pisau

waktu baca 2 menit
Minggu, 12 Jul 2026 12:10 0 3 REDAKSI

Foto : Peragaan Busana SINTA Benang Bintik 2026 yang digelar di panggung utama Stadion H.M. Sanusi.

PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Kain Benang Bintik kembali menjadi pusat perhatian dalam Peragaan Busana SINTA Benang Bintik 2026 yang digelar di panggung utama Stadion H.M. Sanusi. Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i bersama Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta turut tampil mengenakan busana berbahan Benang Bintik sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian wastra khas Kalimantan Tengah pada rangkaian Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Pulang Pisau.

Peragaan busana tersebut menghadirkan berbagai rancangan yang memadukan nilai budaya dengan sentuhan desain modern. Kegiatan ini diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, organisasi perempuan, serta sejumlah peserta lainnya yang bersama-sama menampilkan beragam kreasi berbahan Benang Bintik di hadapan masyarakat.

Benang Bintik merupakan salah satu identitas budaya Kalimantan Tengah yang memiliki motif sarat makna dan mencerminkan kearifan lokal masyarakat Dayak. Melalui dunia fesyen, kain tradisional ini tidak hanya dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga diperkenalkan kepada generasi muda agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Peragaan Busana SINTA Benang Bintik 2026 sebagai bagian dari upaya mempromosikan budaya daerah.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pulang Pisau, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan (DWP), beserta seluruh panitia penyelenggara yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini,” ujar Rifa’i, Selasa 7 Juli 2026.

Menurutnya, peragaan busana tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga ruang kreativitas bagi para perancang, perajin, dan masyarakat untuk mengangkat nilai ekonomi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas. Melalui pemanfaatan Benang Bintik sebagai bahan busana, produk lokal diharapkan semakin memiliki daya saing dan diminati berbagai kalangan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai media pelestarian budaya sekaligus penguatan industri kreatif daerah. Dengan semakin dikenalnya Benang Bintik hingga tingkat nasional, wastra khas Pulang Pisau diharapkan mampu menjadi kebanggaan masyarakat, membuka peluang ekonomi bagi para pengrajin, serta memperkuat identitas budaya Kabupaten Pulang Pisau. (RHN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA