Kelompok Tani Tulungagung Terima Bantuan ALSINTAN Dari POKIR, PLT Bupati Ahmad Baharudin Tegaskan: Jangan Dijual Lagi!

waktu baca 3 menit
Rabu, 14 Okt 2026 15:17 0 9 REDAKSI

Foto : Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

TULUNGAGUNG,Rajawali1news.com – Kabar gembira datang untuk para petani di Kabupaten Tulungagung. Sejumlah kelompok tani resmi menerima bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang bersumber dari anggaran Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Jawa Timur, Selasa (14/10/2026).

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin menjelaskan, pada tahap ini ada enam unit alsintan yang diserahkan kepada enam kelompok tani yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Hari ini saya menyerahkan alsintan berupa traktor dan cultivator kepada enam kelompok tani di Tulungagung,” ujar Ahmad Baharudin.

Adapun rinciannya, total ada dua unit traktor roda dua dan empat unit cultivator yang dibagikan.

Keenam kelompok tani yang beruntung menerima bantuan tersebut adalah:

  1. Kelompok Tani Makmur, Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan
  2. Kelompok Tani Karya Makmur II, Desa Gondosuli, Kecamatan Gondang
  3. Kelompok Tani Ngudi Bogo, Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo
  4. Kelompok Tani Remaja I, Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo
  5. Kelompok Tani Bumi Asri II, Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban
  6. Satu kelompok tani lainnya di wilayah Tulungagung.

Ahmad Baharudin menegaskan, bantuan ini diserahkan sudah dalam bentuk barang jadi, bukan dalam bentuk uang tunai. Sehingga dirinya tidak mengetahui pasti nilai nominalnya.

“Kalau nilainya saya tidak tahu. Karena bantuan diserahkan sudah dalam bentuk barang,” jelasnya.

Pesan Tegas Plt Bupati: Jangan Dijual!

Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati memberikan pesan tegas dan peringatan keras kepada seluruh kelompok tani penerima bantuan. Ia melarang keras bantuan alsintan tersebut untuk diperjualbelikan.

Ia meminta agar alsintan tersebut dirawat, dijaga, dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan bersama anggota kelompok tani, bukan untuk kepentingan pribadi.

“Yang namanya bantuan dari pemerintah tidak boleh dijual belikan. Alat harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Tolong dirawat dan dijaga,” tegasnya.

Menurutnya, banyak kasus di daerah lain dimana bantuan alsintan justru hilang, disewakan, bahkan dijual oleh oknum ketua kelompok tani yang tidak bertanggung jawab. Ia tidak ingin hal tersebut terjadi di Tulungagung.

Petani Butuh Alsintan Modern

Lebih lanjut, Ahmad Baharudin mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung setiap tahunnya selalu aktif mengusulkan bantuan alsintan kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Hal ini dikarenakan kebutuhan petani di Tulungagung akan alsintan modern sangat tinggi untuk mendongkrak produktivitas dan menekan biaya produksi.

“Petani butuh bantuan alat modern untuk mengurangi beban biaya tenaga kerja. Seperti alat tanam, mesin panen hingga drone untuk pertanian,” pungkasnya.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan pengolahan lahan menjadi lebih cepat, efisien, dan hasil panen petani Tulungagung semakin melimpah, sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat. (BB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA