112 Tahun Kota Malang: Bertumbuh atau Bertumpuk?

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Jun 2026 14:33 0 13 REDAKSI

Foto : Demo Mahasiswa di Kota Malang

MALANG,Rajawali1news.com – Peringatan hari jadi Kota Malang yang ke-112 memicu refleksi kritis mengenai arah pembangunan dan masa depan kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan di Jawa Timur ini. Momentum penambahan usia ini diharapkan menjadi pijakan penting untuk mengevaluasi keselarasan antara kemajuan fisik dan kualitas hidup warganya secara berkelanjutan. Arus pembangunan yang masif menuntut komitmen kuat dari seluruh elemen untuk memastikan pergerakan kota tetap berjalan selaras dengan kemampuan daya dukung infrastruktur yang ada.

Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang, Beny Miftahul Arifin, menyampaikan pandangan strategisnya mengenai kondisi riil yang tengah dihadapi oleh kota berjuluk Kota Pendidikan ini. Menurutnya, kota bukanlah ruang tanpa batas yang dapat menampung pertumbuhan tanpa akhir, sehingga diperlukan kebijaksanaan tinggi dalam mengelola setiap dinamika pembangunan di lapangan.

“Kota Malang saat ini berada di persimpangan jalan, di mana semua pihak harus berani jujur melihat ke dalam, apakah kota ini benar-benar bertumbuh secara sehat atau sebenarnya hanya sedang bertumpuk oleh beban populasi dan infrastruktur,” ujar Beny Miftahul Arifin.

Ia menguraikan bahwa tanda-tanda tekanan ekologis dan sosial sudah semakin nyata dirasakan oleh warga dalam aktivitas sehari-hari. Pertumbuhan penduduk dan menjamurnya kawasan hunian baru yang tidak diimbangi dengan tata kelola yang matang dikhawatirkan akan menggerus kenyamanan kota dalam jangka panjang.

“Kemacetan yang kian parah, menyusutnya ruang terbuka hijau, dan tingginya tekanan pada fasilitas publik adalah alarm keras bahwa pembangunan harus segera mengutamakan keseimbangan daya dukung lingkungan, bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan fisik semata,” tambahnya.

Langkah taktis melalui keselarasan antara perencanaan tata ruang dan pengendalian dampak lingkungan menjadi kunci utama yang harus dipegang teguh ke depan. Kehadiran arus pendatang yang masif, terutama dari sektor mahasiswa, menuntut kesiapan program yang lebih adaptif dan visioner agar Kota Malang tetap menjadi daerah yang humanis sekaligus mampu memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (Yoga)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA