“Langkah di Atas Aspal Retak, PLT Bupati Dengar Isak Keluh Kesah Warga Kalidawe”Ketika Pemimpin Turun ke Jalan, Harapan Warga Pucanglaban Kembali Tumbuh

waktu baca 3 menit
Jumat, 14 Agu 2026 18:02 0 4 REDAKSI

Foto : PLT Bupati Dengar Isak Keluh Kesah Warga Kalidawe.

TULUNGAGUNG,Rajawali1news.com – Debu berterbangan setiap kali ada motor lewat. Di beberapa titik, aspal sudah mengelupas dan menyisakan lubang yang kalau pas hujan bisa sedengkul. Jalan inilah yang setiap hari dilalui warga Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban. Jalan menuju sawah, menuju sekolah, menuju pasar.

Rabu pagi itu, jalan yang biasanya sepi karena malu dengan kondisinya, mendadak ramai. Karena ada tamu penting yang datang bukan dengan mobil dinas mewah, tapi dengan langkah kaki.

PLT Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. datang. Turun langsung. Tanpa sekat.

Beliau berjalan pelan menyusuri jalan sepanjang kurang lebih 800 meter. Sepatu dinasnya kotor kena debu. Tapi beliau tidak peduli. Karena yang beliau cari bukan pencitraan. Yang beliau cari adalah kejujuran kondisi di lapangan.

Di tengah jalan, seorang bapak petani memberanikan diri mendekat. Tangannya kasar karena kerja, wajahnya legam terbakar matahari.
“Pak… ngapunten. Jalan niki nek udan, anak kulo sekolah kepleset terus. Nek kemarau, debune mlebu omah. Wes pirang-pirang tahun ngene terus pak,” katanya dengan suara bergetar.

PLT Bupati berhenti. Beliau menatap mata bapak itu. Mengangguk. Lalu jongkok, meraba aspal yang retak dengan tangannya sendiri.
Hening sejenak. Seolah di momen itu, beliau sedang berbicara dengan tanah, dengan keringat warga, dengan semua penantian panjang.

“Kulo ngerti pak… kulo ngerti sanget. Niki rodo nadi ne bapak-bapak tani. Nek dalan e rusak, hasil panen angel metu. Anak sekolah yo kesian,” jawab beliau lirih.

Di hadapan warga yang mulai berkumpul, PLT Bupati menyampaikan apa adanya.
Bahwa beliau tidak bisa janji jalan ini besok langsung mulus. Karena ada proses, ada anggaran, ada skala prioritas.
Tapi beliau memastikan, Kalidawe tidak dilupakan. Ruas jalan ini sudah masuk catatan penting di meja PUPR. Tahun ini akan diupayakan perbaikan bertahap, mulai dari titik yang paling parah dan paling berbahaya.

“Kulo mboten saguh janji manis. Tapi kulo saguh kerjo. Kulo catat, kulo perjuangkan. Mugi-mugi tahun niki saguh diwiwiti,” pesannya.

Suasana jadi hangat. Ibu-ibu PKK yang dari tadi diam, akhirnya berani senyum. Anak-anak yang tadinya sembunyi, mulai berani melambaikan tangan.

Kepala Desa Kalidawe meneteskan air mata haru. Sudah lama beliau mengusulkan. Baru kali ini ada pemimpin yang mau datang, mau melihat, mau mendengar tanpa microphone dan tanpa pidato panjang.
“Matursuwun sanget pak. Kedatangan njenengan niki nambahi semangat warga. Mugi-mugi dados berkah,” ujarnya.

Sebelum pamit, PLT Bupati sempat mampir di warung kecil di pinggir jalan. Ngopi. Ngobrol dengan warga. Tentang harga gabah, tentang pupuk, tentang anak sekolah.

Karena pada akhirnya, membangun itu bukan hanya soal cor dan aspal.
Membangun itu soal rasa. Soal didengar. Soal hadir.

Hari ini, warga Kalidawe merasa didengar.
Dan di atas aspal yang retak itu, harapan baru mulai diratakan. (BB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA