
Tulungagung,Rajawali1news.com – Sebagai program lanjutan pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid – 19 dan mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayah desa, pemerintah mempunyai inisiatif untuk memberikan bantuan langsung tunai kepada masyarakat yang bersumber dari Dana Desa (DD). Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah desa Balerejo kecamatan Kauman – Tulungagung sebagai struktur pemerintahan terbawah yang bersinggungan langsung dengan masyarakat memberikan bantuan tersebut, pada Rabu (16/4).
“Berkaitan dengan penyaluran bantuan langsung tunai di desa kami, kami salurkan untuk tiga bulan langsung kepada keluarga kategori miskin ekstrem tahun anggaran 2025, yaitu bulan April, Mei dan Juni, Alhamdulillah, hari ini kami laksanakan penyaluran bantuan langsung tunai yang bersumber dari Dana Desa tahap dua, dengan besaran masing-masing penerima bantuan mendapat 300 ribu rupiah dikalikan tiga bulan sehingga terkumpul 900 ribu rupiah setiap keluarga penerima,” kata Samsu Jatmiko kepala desa Balerejo usai menyerahkan bantuan pada warga di balai desa Balerejo, Rabu (16/4) pagi.
Disamping itu, menurut kades Samsu, dalam kegiatan penyaluran bantuan yang juga dihadiri kepala seluruh perangkat desa beserta operator, Babinsa dan Babinkantibmas serta staf kecamatan tersebut, jumlah Keluarga Penerima Manfaat KPM terdapat tigapuluh (30) KPM. “Adapun untuk KPM sejumlah 30 orang dan mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, khususnya warga kita yang masuk kategori miskin ekstrem dan ini sudah kami lakukan sesuai dengan ketentuan dalam menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan ini,” lanjutnya.
” Harapan kita kedepan tentang BLT DD, bisa-bisa saja itu dilanjutkan, tetapi sejauh mana nilai manfaatnya kepada masyarakat, apalagi saat ini kebutuhan akan anggaran pemberdayaan masyarakat meningkat signifikan. Jadi tidak ada kata-kata batasan minimal atau maksimal, karena apa, kebutuhan desa itu semakin tahun semakin banyak dan apalagi dengan adanya efisiensi anggaran dari instruksi bapak presiden kami juga harus mengamankan apa yang merupakan kebijakan dari bapak presiden,” tambah dia.
Mengakhiri tanya jawab dengan media ini, Samsu menyampaikan konteks penerima bantuan langsung tunai di desanya.
“Jadi perlu kami sampaikan juga kategori penerima BLT Dana Desa (BLT DD) tahun anggaran 2025 di desa kami ini adalah keluarga miskin ekstrem yang berdomisili di desa ini. Prioritas diberikan kepada keluarga yang memiliki kondisi tertentu, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga dengan anggota yang memiliki penyakit kronis dan tidak menerima bantuan yang lain, seperti PKH atau yang lainnya, dari sini kami sudah menggodog bersama RT/RW Kasun serta tokoh masyarakat, siapa saja yang berhak menerima bantuan ini, karena jumlahnya yang terbatas, semoga ini semua bisa bermanfaat pada penerima bantuan dan masyarakat lainnya di desa kami, selain itu kami menyarankan pada para penerima bantuan ini untuk membelanjakan dana tersebut di desa ini, agar warga yang lain bisa merasakan hasil dari bantuan tersebut walaupun secara tidak langsung,” tuntasnya. (bam)
Tidak ada komentar