Beasiswa 246 Siswa di Madura Bukti Komitmen Pemprov Jatim Tingkatkan SDM

waktu baca 2 menit
Sabtu, 20 Sep 2025 08:38 0 46 REDAKSI

BANGKALAN,rajawali1news.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai daerah, termasuk di wilayah Madura.

Anggaran yang masuk dalam Perubahan Anggaran Pendidikan Daerah (PABD) 2025 itu sebagai salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah pemberian beasiswa kepada 246 pelajar tingkat SMA dan SMK di empat kabupaten Madura: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Anggota Fraksi PKS DPRD Jatim, Harisandi Savari, menjelaskan bahwa program beasiswa ini menjadi bagian dari upaya nyata Pemprov dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Madura.

“Alhamdulillah kita melakukan gerakan dengan teman-teman, di PABD dua ratus empat puluh enam siswa mendapatkan beasiswa, khusus SMK dan SMA,” ungkap Harisandi Savari.

Menurutnya, beasiswa ini bukan hanya sebatas bantuan finansial, melainkan juga bentuk dorongan moral agar para siswa semakin bersemangat menuntut ilmu.

“Diharapkan dengan adanya beasiswa maka siswa dapat meningkatkan kemampuan dan terdorong untuk lebih baik,” lanjutnya.

Adapun beasiswa ini disalurkan kepada siswa di empat kabupaten, dengan rincian:

  • Kabupaten Bangkalan: 65 siswa
  • Kabupaten Sampang: 58 siswa
  • Kabupaten Pamekasan: 60 siswa
  • Kabupaten Sumenep: 63 siswa

Anggota DPRD Jatim Dapil Madura itu menegaskan, bantuan pendidikan seperti ini menjadi salah satu faktor penting dalam menumbuhkan generasi unggul di Madura.

“Bagian dari salah satu faktor bisa meningkatkan kemampuannya. Dengan bantuan adanya beasiswa di Madura,” tambahnya.

Program ini juga sejalan dengan visi Pemprov Jatim untuk pemerataan akses pendidikan. Tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di wilayah kepulauan, sehingga generasi muda memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan.

“Harapannya, beasiswa ini benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang prestasi para pelajar, baik akademik maupun keterampilan vokasi. Dengan begitu, mereka bisa menjadi aset berharga bagi pembangunan Madura dan Jawa Timur,” tutupnya
(Wie)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA