
PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, terus memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana akibat perubahan iklim yang kian nyata dirasakan masyarakat.
Kepala DLHK Pulang Pisau, Hendri Arroyo, menyampaikan bahwa perubahan iklim membawa dampak luas terhadap lingkungan dan kehidupan sosial ekonomi warga, mulai dari meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan hingga banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat.
“Dampak perubahan iklim tidak hanya soal suhu dan cuaca ekstrem. Ketika kebakaran atau banjir terjadi, mata pencaharian warga terganggu, akses transportasi terhambat, bahkan penerbangan bisa terganggu. Dari sisi kesehatan, masyarakat juga rentan terkena ISPA,” jelas Hendri, Senin 13 Oktober 2025.
Sebagai langkah nyata, DLHK Pulang Pisau telah membentuk 22 kampung iklim yang tersebar di Kecamatan Kahayan Hilir, Sebangau Kuala, Kahayan Tengah, dan Jabiren Raya. Program ini menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim di tingkat desa.
Menurut Hendri, kampung iklim tidak hanya fokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan kegiatan di bidang kesehatan, ketahanan pangan, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. “Kegiatan di kampung iklim melibatkan masyarakat langsung agar mereka sadar dan tangguh menghadapi dampak perubahan iklim,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan kampung iklim dilakukan oleh pemerintah desa dengan dukungan pendanaan dari Dana Desa serta potensi kolaborasi dengan DLH Provinsi Kalimantan Tengah. “Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kampung iklim benar-benar berdampak dan berkelanjutan,” tutup Hendri. (RHN)
Tidak ada komentar