
DILI, TIMOR LESTE,rajawali1news.com — Pendidikan memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan antarbangsa melalui pendekatan soft diplomacy. Hal ini menjadi pesan utama dalam kunjungan Wakil Rektor III Universitas Hang Tuah, Laksamana Pertama (Purn) Dr. Toto Dwijaya Saputra, S.T., M.Si (Han)., M.Tr.Opsla., ke Timor Leste.
Kunjungan ini bertujuan menjajaki peluang kerja sama pendidikan tinggi dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia antara Universitas Hang Tuah (UHT) dan institusi pendidikan di Timor Leste.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor III didampingi oleh Kepala Sekretariat Kerja Sama dan Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Hang Tuah, Yusmiyanto, S.Pd., MOS.
Dalam pertemuan dengan sejumlah pejabat dan akademisi di Timor Leste, Dr. Toto Dwijaya menegaskan bahwa pendidikan dapat menjadi sarana diplomasi yang damai dan konstruktif antarnegara.
“Pendidikan adalah jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa melalui pemahaman, kolaborasi, dan saling menghargai. Melalui kerja sama akademik, pertukaran pelajar, serta riset bersama, kita dapat memperkuat hubungan bilateral dengan cara yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pendekatan soft diplomacy, atau diplomasi lunak, menekankan kerja sama, pertukaran budaya, dan dialog tanpa konfrontasi. Dalam konteks pendidikan, terdapat empat bentuk implementasi yang strategis:
Pertukaran Pelajar, untuk memperluas wawasan global dan memperkuat jejaring lintas budaya.
Kerja Sama Riset, guna mendorong kolaborasi ilmiah yang berdampak positif bagi kedua negara.
Pengembangan Kapasitas, melalui pelatihan dan pendidikan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Promosi Budaya, melalui kegiatan akademik yang memperkenalkan nilai-nilai dan identitas bangsa.
Melalui kunjungan ini, Universitas Hang Tuah berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai alat diplomasi yang efektif dalam mempererat hubungan Indonesia dan Timor Leste, serta membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan di bidang akademik dan kebudayaan.
(Wie)
Tidak ada komentar