
BANGKALAN,rajawali1news.com – 06 Agustus 2025, Para kepala desa (kades) di Kabupaten Bangkalan resah akibat maraknya aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai jurnalis. Mereka mengeluhkan tindakan oknum tersebut yang datang dengan tujuan mencari-cari kesalahan dan berujung pada dugaan pemerasan,serta meminta sumbangan dengan dalih ada rekan media meninggal dunia yang bernama M.Jali media Suluhnusantara Kabiro wilayah Bangkalan.
Seorang kades yang juga merupakan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Bangkalan mengungkapkan bahwa dirinya dan kades lainnya sering didatangi oleh oknum yang mengaku wartawan dengan perilaku yang menyimpang dari etika jurnalistik.
“Pengetahuan mereka tentang jurnalistik sangat minim. Sering kali mereka datang hanya untuk mencari kesalahan kepala desa, dan ujung-ujungnya terkesan meminta uang,” ujarnya tanpa bersedia menyebutkan namanya.
Ia berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera bertindak untuk mengatasi keresahan ini agar tidak semakin meresahkan para kepala desa.
Menanggapi hal tersebut, seorang wartawan di Bangkalan, Agus Lim, mengimbau para kades untuk tidak takut menghadapi oknum-oknum semacam itu.
“Jika sudah mengarah pada dugaan tindak pidana seperti ancaman atau pemerasan, jangan ragu untuk melaporkannya kepada polisi atau Satgas Anti Premanisme,” tegas Agus.
Menurutnya, aturan hukum dan kode etik profesi jurnalis sangat jelas. Jika ada oknum yang menyalahgunakan identitas wartawan untuk kepentingan pribadi, masyarakat berhak untuk melaporkannya.
“Ada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Kode Perilaku Wartawan yang mengikat. Tidak bisa sembarangan mengaku sebagai wartawan hanya dengan bermodalkan kartu pers,” imbuhnya.
Komunitas Jurnalis , membenarkan adanya keresahan di kalangan para kades terkait fenomena ini.
“Kasihan para kades. Mereka sudah lelah menghadapinya,” ujarnya singkat.
(Wie)
Tidak ada komentar