Camat Banama Tingang Pulpis Soroti Potensi Pertanian dan Perkebunan, Minta Dukungan untuk Petani Lokal

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Okt 2025 13:00 0 46 REDAKSI

PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Kecamatan Banama Tingang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan yang jika dikelola dengan baik dapat menjadi penopang ekonomi masyarakat. Camat Banama Tingang, Yanoadi Setiawan menegaskan bahwa wilayahnya yang subur dan berada di alur Sungai Kahayan sangat ideal untuk pengembangan komoditas unggulan daerah.

Selasa 14 Oktober 2025, Yanoadi menyebut Kecamatan Banama Tingang memiliki luas wilayah sekitar 581 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 10.750 jiwa yang tersebar di 15 desa. “Tanah di Banama Tingang ini sangat subur. Kondisi ini tentu menjadi peluang besar untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan rakyat,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas lahan perkebunan karet masyarakat di wilayah tersebut mencapai 7.814 hektare—terluas kedua setelah Kecamatan Kahayan Hilir. Selain itu, kebun sawit masyarakat juga terus berkembang dan kini telah mencapai 488 hektare. “Potensi ini terus kami dorong agar dapat memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Namun, Yanoadi mengakui bahwa fluktuasi harga karet mentah menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Harga yang berkisar antara Rp7.000 hingga Rp9.000 per kilogram membuat sebagian petani beralih ke komoditas lain seperti sawit atau pekerjaan nonpertanian. “Kami berharap ada kebijakan yang bisa membantu meningkatkan kembali harga karet agar petani lebih bergairah,” katanya.

Untuk pengembangan sawit, Yanoadi menyoroti masalah ketersediaan bibit berkualitas dan bersertifikat yang masih sulit diperoleh masyarakat. “Petani butuh pendampingan agar bibit yang digunakan benar-benar standar, sehingga hasil kebun rakyat bisa bersaing dengan perusahaan besar,” tambahnya.

Ia berharap dukungan lebih kuat dari pemerintah daerah, khususnya dalam bentuk pembinaan teknis dan pengawasan kualitas bibit. “Kalau kualitas bibit terjaga dan harga stabil, saya yakin perkebunan masyarakat bisa tumbuh sejajar dengan perusahaan besar yang beroperasi di Pulang Pisau,” pungkas Yanoadi. (RHN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA