
Tulungagung,rajawali1news.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung, melalui Dinas Pendidikan Kabupaten, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pendidikan Inklusi bagi guru Sekolah Dasar se-Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Rabu (3/12/2025) sampai Kamis (4/12/ 2025) dengan mengambil tempat di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung.
Tercatat sebanyak 260 guru kelas dari SD yang memiliki peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) mengikuti kegiatan ini sebagai upaya memperkuat layanan pendidikan inklusif yang ramah, humanis, dan tanpa diskriminasi.
Dalam laporan panitia, ketua panitia menyebutkan
Dasar Pelaksanaan Bimtek diselenggarakan berdasarkan:
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas
Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 tentang Pendidikan Inklusif
” Sedangkan tujuan kegiatan program ini bertujuan, 1. Untuk meningkatkan pemahaman guru dan kepala sekolah mengenai konsep pendidikan inklusif.
“Kegiatan Bimtek ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pendidik di Tulungagung. Dengan jumlah peserta mencapai 260 guru, diharapkan kompetensi guru dalam menghadapi keberagaman peserta didik dapat meningkat secara signifikan, ” pungkas ketua panitia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung melalui PLt kepala bidang Pembinaan SD Wahyu tejo dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme para guru peserta Bimtek. Pihaknya menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan hanya tentang menerima anak berkebutuhan khusus di sekolah, tetapi memberikan ruang, layanan, serta lingkungan belajar yang setara dan bermartabat.
“ Kami harapkan peserta Bimtek, khususnya tenaga pendidik dan kependidikan, mampu mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki. Diharapkan pemahaman dan kesadaran ini dapat meningkatkan dukungan bagi pendidikan inklusif, terutama untuk anak-anak berkebutuhan khusus, ” ungkap dia.
Dirinya kemudian secara resmi membuka kegiatan.
” Dengan ucapan Basmallah kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Pendidikan Inklusi Jenjang Sekolah Dasar Kabupaten Tulungagung Tahun 2025 secara resmi dibuka dan dimulai, ” ujarnya.
” Melalui Bimtek ini, Kami, Dinas Pendidikan berharap muncul praktik baik (best practice) dari para guru dalam mengembangkan pembelajaran inklusif di sekolah masing-masing, sehingga mampu memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan di Tulungagung, ” harapnya. (Bam)
Tidak ada komentar