Proyek Seumur Jagung Rehabilitasi Embung Desa Sukodono Kec. Panceng Di Duga Ada Kejanggalan Perlu Di Pertanyakan

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Des 2025 13:53 0 782 REDAKSI

Ket.Foto : Proyek rehabilitasi Embung2 (Longsor )

GRESIK, Rajawali1news.com – Di duga Pemdes ( pemerintah desa ) Sukodono kecamatan Panceng kabupaten Gresik ada kejanggalan. Dana desa ( DD ) adalah anggaran yang bersumber dari APBN yang di alokasikan untuk setiap desa guna membiayai penyelenggaraan dan pemberdayaan masyarakat.

Namun di sisi lain Kerap adanya kejanggalan terkait proyek dari kucuran anggaran DD ( dana desa ) tahun 2025 tersebut, seperti Rehabilitasi embung 2 dengan volume 45 × 14 desa Sukodono dengan anggaran 60 juta, belum genap 1 tahun anggap saja masih seumuran jagung rehabilitasi Embung 2 kali longsor alias Ambrol. Padahal pencairan Dana desa sudah 100 % di tahap pertama bulan Februari 2025 pencairan 50% dan di bulan April 50 % setelah pencairan DD tahap 1 dan tahap 2. Anggaran tahun 2025 tidak ada realisasi perbaikan cukup di berikan benteng tumpukan sak yang berisi tanah. Di susul lagi bulan 11 di sebelah timur longsor dan sampai sekarang belum ada tindakan sama sekali untuk perbaikan adanya ambrolnya embung Sukodono.

Sebelum melangkah ke lokasi proyek kita sebagai media maupun lembaga Aliansi mencoba menghubungi Agam selaku kades Sukodono tidak pernah di respon selalu menghindari konfirmasi media juga lembaga Aliansi Gresik. Selasa 09 Desember 2025 dari investigasi media rajawali1news.com juga lembaga Aliansi kabupaten Gresik turun ke lokasi di dampingi bersama masyarakat desa untuk kroscek proyek pembangunan lainnya yang ada di desa Sukodono kecamatan Panceng terkait rehabilitasi Embung dan kantor pembangunan balai desa yang baru. Di duga ternyata banyak celah kejanggalan termasuk anggaran 75 juta untuk pembangunan balai desa, penambahan hanya tiang pendopo 10 titik dan pasangan batu putih Atas tiang dengan tinggi + 1 meter. Bukan hanya itu yang disampaikan oleh salah satu masyarakat Sukodono yang enggan dan tidak mau di sebutkan dalam publik akan tetapi mereka menanyakan bantuan Pertanian dan BUMdes anggaran yang sudah turun di tahun 2025.

Dalam hal ini ada sebagian masyarakat minta pendampingan media juga Aliansi untuk siap melaporkan ke APH atau dinas terkait di jajaran kabupaten Gresik. Dan warga Sukodono berharap kiranya supaya ada teguran dari bupati Gus Yani kepada kepala desa tersebut, jika sudah di temukan indikasi KKN agar melanjutkan ke aparat penegak hukum ( APH ) untuk memeriksa Kepala desa yang tidak transparan mengalokasikan dana desa. Warga Sukodono menghimbau meminta selama di bawah kepemimpinan bupati Gus Yani, agar lebih extra ketat memberikan dana desa supaya terhindar dari penyalagunaan, sebagaimana terjadi di desa Sukodono supaya Desa Sukodono kecamatan Panceng kabupaten Gresik betul betul naik kelas, imbuhnya.( S U L )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA