Pedagang Pasar dan UMKM Jadi Miniatur Keberhasilan MBG di Kahayan Tengah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 21:06 0 1 REDAKSI

Foto : SPPG Petuk Liti di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

Pulang Pisau,Rajawali1news.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui SPPG Petuk Liti di wilayah Kabupaten Pulang Pisau menunjukkan dampak nyata terhadap pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang pasar lokal. Pada Jumat lalu 2026, geliat ekonomi masyarakat terlihat semakin hidup berkat keterlibatan langsung pelaku usaha dalam rantai pasok program tersebut.

Keberadaan SPPG Petuk Liti di Kahayan Tengah tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Bahan pangan seperti sayuran, ikan, telur, dan kebutuhan pokok lainnya dipasok langsung oleh pedagang pasar tradisional dan UMKM setempat. Hal ini menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan di tingkat desa hingga kecamatan.

Para pedagang pasar mengaku merasakan peningkatan omzet sejak program MBG berjalan. Permintaan bahan pangan yang stabil setiap hari memberikan kepastian pendapatan, berbeda dengan kondisi sebelumnya yang cenderung fluktuatif. Sementara itu, pelaku UMKM juga mendapatkan peluang baru untuk mengembangkan usaha, baik dalam penyediaan bahan mentah maupun produk olahan.

“Program ini sangat membantu kami. Dagangan jadi lebih cepat habis karena ada permintaan rutin dari dapur SPPG,” ujar salah satu pedagang pasar di wilayah tersebut.

Selain meningkatkan pendapatan, program MBG juga mendorong pelaku UMKM untuk menjaga kualitas produk. Standar kebersihan dan kelayakan pangan yang diterapkan membuat para pelaku usaha semakin sadar pentingnya higienitas dalam produksi dan distribusi.

Pemerintah daerah melalui berbagai instansi terkait terus mendorong sinergi antara program MBG dengan penguatan ekonomi lokal. SPPG Petuk Liti kini menjadi contoh nyata bagaimana sebuah program sosial dapat berkembang menjadi miniatur keberhasilan pemberdayaan UMKM dan penggerak roda perekonomian di pasar lokal.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan model serupa dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia, sehingga manfaat program MBG tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan masyarakat, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan ekonomi warga secara luas.(RHN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA