Refleksi 18 Tahun KAI: Agus Salim, “Advokat Rakyat” Sulteng, Tegaskan Komitmen Bela Hak Masyarakat

waktu baca 2 menit
Minggu, 31 Mei 2026 19:59 0 8 REDAKSI

PALU,Rajawali1news.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang jatuh pada hari ini, Sabtu, 30 Mei 2026, sosok Agus Salim, S.H. kembali menjadi sorotan di Sulawesi Tengah.

Advokat yang dikenal dengan julukan “Advokat Rakyat” ini menegaskan kembali semangat officium nobile atau profesi yang mulia dalam menjaga marwah hukum demi keadilan masyarakat kecil.

Pejuang Hak Agraria dan PetaniSelama bertahun-tahun, Agus Salim secara konsisten berada di barisan terdepan dalam berbagai konflik agraria di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di daerah seperti Morowali.

Ia dikenal vokal dalam mendampingi warga desa melawan perusahaan besar terkait sengketa lahan perkebunan dan tambang.

Baginya, peran advokat bukan sekadar formalitas di pengadilan, melainkan memastikan hak-hak rakyat terlindungi dari ketidakadilan.

Momentum 18 Tahun KAI Perayaan HUT KAI ke-18 tahun ini mengusung tema “Menjaga Marwah Advokat Pejuang untuk Indonesia Maju”.

Dalam momentum ini, Agus Salim mengajak rekan-rekan sejawatnya, khususnya di DPD KAI Sulawesi Tengah, untuk terus menjaga integritas dan moralitas.”Kehadiran kita harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh rakyat.

Advokat pejuang adalah mereka yang tidak gentar menyuarakan kebenaran demi supremasi hukum yang bermartabat,” ujar Agus Salim dalam keterangannya terkait refleksi hari jadi organisasi tersebut.

Rekam Jejak KritisAgus Salim, yang juga akrab disapa Agus Dandang, memiliki rekam jejak yang kritis terhadap penegakan hukum di Sulawesi Tengah. Ia kerap memberikan masukan tajam serta tantangan kepada instansi penegak hukum untuk menuntaskan kasus-kasus yang menyita perhatian publik di wilayah tersebut, demi memastikan tidak ada hukum yang “tajam ke bawah, tumpul ke atas”.

Dengan semangat 18 tahun KAI, Agus Salim berharap organisasi ini tetap menjadi pilar keadilan yang kokoh di Indonesia, sekaligus wadah bagi para advokat yang cerdas secara akademis namun tetap memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Laporan Stefililis

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA