Ribuan Jamaah Bersatu dalam Majelis Ilmu, e-BEST LAW FIRM Tegaskan: Keadilan Harus Berawal dari Hati yang Bertakwa

waktu baca 4 menit
Minggu, 2 Agu 2026 15:57 0 2 REDAKSI

BANYUWANGI,Rajawali1news.com – Ribuan lantunan dzikir dan sholawat menggema memenuhi Yayasan Islam Nahdlatul Qodiri Kyai Kembar pada Sabtu (1/8/2026). Ribuan jamaah dari berbagai kalangan memadati majelis ilmu dengan satu tujuan yang sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta memohon keberkahan bagi kehidupan pribadi, keluarga, dan bangsa.

Suasana penuh kekhusyukan itu menghadirkan pemandangan yang menyentuh hati. Ulama, habaib, santri, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, hingga para profesional duduk tanpa membedakan status maupun jabatan. Semua larut dalam dzikir, sholawat, doa, dan nasihat agama yang mengingatkan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang paling bertakwa dan paling bermanfaat bagi sesama.

Di tengah lautan jamaah tersebut, keluarga besar e-BEST LAW FIRM turut hadir sebagai bentuk ikhtiar memperkuat nilai spiritual dalam menjalankan profesi advokat. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa penegakan hukum bukan hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga hati yang jujur, amanah, dan takut kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ﴾

Artinya:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”

(QS. An-Nisā’ : 58)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa keadilan bukan hanya lahir dari kecerdasan hukum, tetapi juga dari hati yang dipenuhi iman, kejujuran, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Advokat Eko Budiyanto, S.H. mengatakan bahwa profesi advokat merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

“Majelis dzikir seperti ini mengingatkan kami bahwa setiap keputusan, setiap nasihat hukum, dan setiap langkah yang kami ambil memiliki dimensi moral dan spiritual. Hukum yang ditegakkan dengan hati yang bersih akan menghadirkan keadilan yang lebih bermartabat. Kami ingin menjadi advokat yang profesional, jujur, amanah, serta membawa manfaat bagi masyarakat” tegas Eko Budiyanto.

Menurutnya, kemenangan terbesar bukan semata memenangkan perkara, melainkan menjaga kehormatan profesi, kepercayaan masyarakat, dan tetap berada di jalan yang benar.

Advokat Siti Hamidah, S.H., yang akrab disapa Mbak Leda, menegaskan bahwa akhlak merupakan fondasi utama dalam memberikan pelayanan hukum.

“Masyarakat datang kepada advokat ketika menghadapi persoalan yang berat. Karena itu mereka membutuhkan bukan hanya solusi hukum, tetapi juga ketenangan, kejujuran, empati, dan pendampingan yang manusiawi. Ilmu hukum harus berjalan bersama akhlak yang baik agar keadilan benar-benar dirasakan,” ujar Leda.

Ia juga mengajak generasi muda untuk mencintai majelis ilmu dan sholawat sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Advokat Yuliani, S.H. menyampaikan bahwa profesionalisme tidak cukup dibangun melalui pendidikan formal.

*”Majelis ilmu mengajarkan kami untuk rendah hati. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya. Ketika ilmu hukum dipadukan dengan nilai kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan, maka pelayanan kepada masyarakat akan menjadi lebih adil, lebih bijaksana, dan lebih bermakna,” kata Yuliani.

Semangat mencintai Rasulullah ﷺ juga terus tumbuh melalui Grup Sholawat As-Sholihah Desa Tegalsari yang dipimpin oleh Ibu Asiyah. Grup ini aktif menghidupkan majelis sholawat sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperbanyak dzikir, dan mengajak masyarakat mencintai akhlak Rasulullah ﷺ. Di dalam grup tersebut juga bergabung Siti Hamidah, S.H. (Mbak Leda) bersama para anggota lainnya.

Allah SWT berfirman:

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾

Artinya:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk beliau dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan,”

(QS. Al-Ahzab : 56)

Majelis ilmu mengajarkan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kejujuran, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

«خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ»

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,”

Majelis dzikir dan sholawat ini menjadi pengingat bahwa keadilan, ilmu, akhlak, dan ketakwaan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Semoga semangat menghadiri majelis ilmu terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga lahir pribadi-pribadi yang jujur, amanah, mencintai kedamaian, serta mampu menghadirkan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Ketika hati dipenuhi dzikir, lisan dihiasi sholawat, dan tindakan dibimbing kejujuran, maka hukum akan ditegakkan dengan nurani, masyarakat akan merasakan keadilan, dan keberkahan akan menyertai setiap langkah. (Tfq)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA