
Foto : Pengukuhan pencapaian prestasi kinerja tertinggi.
Sidoarjo,Rajawali1news.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berhasil mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Indonesia melalui pencapaian prestasi kinerja tertinggi. Pengakuan dari Kementerian Dalam Negeri ini mencerminkan keberhasilan daerah dalam mengintegrasikan efisiensi birokrasi dengan akselerasi pembangunan yang berkelanjutan. Capaian ini menjadi tolok ukur baru bagi standarisasi pelayanan publik yang transparan dan akuntabel di wilayah Jawa Timur.

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan bahwa apresiasi berskala nasional ini harus menjadi motor penggerak bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga ke tingkat pemerintah desa. Ia menekankan bahwa status kinerja tinggi yang diraih merupakan titik awal untuk memperkuat fondasi pembangunan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warga. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, inovasi dalam tata kelola organisasi harus tetap menjadi prioritas utama guna memastikan kualitas layanan tidak menurun.

“Penghargaan ini juga menjadi penyemangat untuk menambah gairah lagi membangun Kabupaten Sidoarjo yang kita cintai bersama, yang harus diikuti semua OPD hingga pemerintah desa,” ujar H. Subandi. Senin, 27/04/26
Lebih lanjut, Subandi menginstruksikan agar seluruh jajaran birokrasi tidak terlena dengan prestasi tersebut dan tetap fokus pada keberlanjutan program-program strategis daerah. Semangat otonomi daerah harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat tanpa terhambat oleh keterbatasan anggaran. Baginya, kinerja yang unggul adalah hasil dari kerja kolektif yang terjaga konsistensinya dalam menghadapi berbagai dinamika pembangunan di lapangan.
“Kita harus terus bersemangat. Dengan efisiensi tidak mengurangi kinerja kita. Dengan semangat Hari Otonomi Daerah, kita terus bergerak bersama untuk membangun Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya.
Bandi juga mengingatkan bahwa kemudahan akses layanan publik merupakan indikator utama keberhasilan sebuah pemerintahan yang tidak boleh terabaikan. Transformasi birokrasi yang efektif harus mampu melahirkan solusi-solusi cerdas agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan prima, cepat, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan warga Sidoarjo.
“Dengan adanya efisiensi ini, pelayanan tidak boleh terabaikan dan semangat kita harus tetap tinggi, terutama untuk memberikan pelayanan publik kepada masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan Sidoarjo meraih skor kinerja 3,6389 ini menempatkan kabupaten tersebut sebagai daerah percontohan nasional dalam hal efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Momentum ini diharapkan mampu memperkokoh sinergi antara kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang mandiri dan berdaya saing tinggi. (YG)
Tidak ada komentar