Cek Cok Mulut Rumah Tangga Berujung Maut Mertua Di Mojokerto

waktu baca 3 menit
Rabu, 6 Mei 2026 13:27 0 7 REDAKSI

MOJOKERTO,Rajawali1news.com — Hanya gara gara diduga kesalahan pahaman dalam rumah tangga hingga terjadi cek cok mulut, seorang suami yakni Satuan warga Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa -Timur tega menghajar isterinya yakni Sri Wahyuni babak belur terdapat luka serius dibagian kepala hingga diduga juga menganiaya mertua perempuannya Siti Arofah hingga meninggal dunia saat berada di dalam rumah kontrakan, Rabu (6/1/2026) pagi.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 7.20 WIB berawal ketika Sri Wahyuni terlihat berada di dalam rumah kontrakan didatangi suaminya, Satuan yang baru saja datang dari luar rumah. Selang beberapa saat kemudian, datang ibu Siti Sarofah ibu dari Sri Wahyuni mengantar barang paketan ke rumah anaknya. Tidak terdengar suara pertengkaran ataupun cek cok mulut di dalam rumah, tiba tiba Satuan keluar meninggalkan rumah kontrakannya dengan cara tergesa gesa sambil mengunci pintu depan rumah kontrakannya.

Sikap gerak gerik perbuatan Satuan menimbulkan kecurigaan bagi warga tetangga sekitar. Warga akhirnya mengecek kondisi rumah kontrakan untuk bisa membuka pintu rumah guna mengetahui apa sebetulnya yang telah terjadi. Karena rumah kontrakan dalam keadaan terkunci, wargapun melaporkan ke Ketua RT setempat dan dilanjutkan ke Kepala Desa Wahyudi. Saat datang kepala desa, pintu masuk rumah kontrakan terpaksa didobrak bersama warga dan mengetahui kondisi tubuh Sri Wahyuni terkapar tidak berdaya dengan luka diketahui di bagian kepala serta ditemukan juga tubuh Siti Arofah berada di dalam ruang kamar tidur terkapar bersimbah darah sudah dalam kondisi meninggal dunia terdapat luka sayatan akibat diduga benda tajam dibagian lehernya.

Kejadian tersebut saat itu juga dilaporkan ke Polisi Polsek Puri untuk segera ditindaklanjuti penanganannya. Mendapatkan laporan, saat itu juga petugas Polsek Puri dibantu petugas Opsnal Satreskrim Polres Mojokerto melakukan olah TKP dan memasang membentangkan garis polisi di depan rumah kontrakan.

Sunarti tetangga depan rumah kontrakan korban saat ditemui menjelaskan, kejadianya pagi dan tidak terdengar adanya suara kegaduhan apakah mereka di dalam rumah itu terjadi pertengkaran dan cek cok mulut. Rumah kontrakan dalam kondisi tertutup terlihat sepi seperti tidak ada orangnya. Saat itu Bu Siti Arofah datang masuk ke rumah kontrakan membawa barang sepertinya mengantar barang paketan. Mungkin karena ada pertengkaran antara keduanya, bu Arofah berusaha melerai.

“Tidak terdengar suara terjadi pertengkaran hingga cek cok mulut antara pasangan suami isteri Satuan dan Sri Wahyuni. Tidak tahu apa penyebabnya hingga akhirnya warga bersama perangkat berusaha masuk rumah kontrakan dan menemukan kondisi kedua korban bersimbah darah. Sri Wahyuni mengalami luka dibawa ke RSUD Kota Mojokerto. Kalau Bu Siti Arofah kabarnya kemungkinan meninggal dunia mas, terdapat luka sayatan dibagian lehernya karena diduga terkena benda tajam sepertinya pisau,” pungkas Sunarti.

Sementara itu, Kapolsek Puri, AKP. Sutakat dikonfirmasi melalui ponselnya menjelaskan, bahwa dari kejadian tersebut ada 2 orang korban. 1 korban yakni , Sri Wahyuni terdapat luka dibagian tubuhnya dan dievakuasi dibawa ke RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto dalam kondisi masih hidup serta 1 korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Untuk luka korban meninggal dunia belum bisa kita pastikan akibat terkena benda apa, masih kita lakukan penyelidikan. Hingga saat ini kami bersama anggota opsnal Satreskrim Polres Mojokerto masih melakukan pencarian terhadap pelaku penganiaya isterinya dan diduga pembunuhan mertua perempuannya,” pungkas Sutakat. (Anto)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA