
BANGKALAN,rajawali1news.com – Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan Wakil Bupati Fauzan Ja’far bersama ratusan Ojol Kabupaten Bangkalan, bersatu dalam doa bersama dan tahlil memperingati 7 hari untuk mengenang almarhum Affan Kurniawan pengemudi ojek online yang meninggal dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat unjuk rasa di Jakarta.

Acara doa bersama itu dihadiri Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, Wakil Bupati Fauzan Ja’far, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komunitas ojek online di Pendopo Agung, Jalan Letnan Abdullah No.1 Bangkalan pada Rabu (3/9) malam.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim dalam sambutannya menyampaikan, Rasa duka cita mendalam dan mengajak seluruh peserta untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.”Ia juga menekankan pentingnya doa bersama sebagai bentuk kepedulian dan penguatan persaudaraan di tengah masyarakat.”
Melalui doa bersama ini kita berharap Allah SWT memberikan ampunan bagi almarhum dan menjaga kondisi bangsa serta daerah kita tetap aman dan tenteram, tuturnya.
Beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengemudi ojek online yang turut serta dalam kegiatan ini.Dengan adanya doa bersama tidak hanya menjadi wujud penghormatan kepada almarhum, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Suasana khidmat itu menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama adalah nilai universal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia.”
“Kepergian Affan menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah, setiap warga negara memiliki hak untuk dihargai dan dikenang. Solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan bukan sekadar nilai lokal, tetapi bagian dari citra bangsa yang humanis dan inklusif,” katanya.
Lanjut dia, melalui doa dan tahlil itu menunjukkan bahwa tragedi seorang individu bisa menjadi momentum refleksi kebangsaan, memperkuat ikatan sosial, dan menumbuhkan empati kolektif bagi seluruh warga Indonesia.
Acara ditutup dengan pembacaan doa dan tahlil bersama, mendoakan almarhum Affan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Momen itu menjadi simbol bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama adalah fondasi persatuan yang harus terus dirawat.
(Wie)
Tidak ada komentar