Kasus Baru HIV/AIDS Muncul di Pulang Pisau, Dinkes Perkuat Pendampingan dan Konseling Pasien

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Okt 2025 13:12 0 42 REDAKSI

PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, meningkatkan layanan pendampingan dan konseling bagi pasien HIV/AIDS setelah terdeteksi tiga kasus baru sepanjang 2025. Langkah ini menjadi bentuk perhatian serius pemerintah daerah terhadap ancaman penyebaran penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pulang Pisau, Mimiwati, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan dan pelacakan, tiga kasus baru yang ditemukan terdiri dari satu ibu hamil serta dua laki-laki dewasa. Dengan tambahan itu, total kasus HIV/AIDS di Pulang Pisau kini mencapai sebelas orang.

“Kasus baru ini menjadi alarm bagi kami untuk memperkuat upaya pendampingan dan konseling, agar pasien tidak merasa sendirian dan tetap bisa menjalani hidup sehat,” ujar Mimiwati di Pulang Pisau, Selasa 14 Oktober 2025.

Menurutnya, seluruh pasien mendapatkan pendampingan psikologis dan konseling melalui tenaga kesehatan puskesmas di wilayah masing-masing. Pendekatan ini dinilai penting agar pasien memperoleh bimbingan hidup sehat sekaligus dukungan moral dari lingkungan sekitar.

Kasus tersebut terungkap melalui program triple eliminasi yang dijalankan Dinkes, yakni pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis bagi ibu hamil. Dalam proses ini, seorang ibu hamil diketahui positif HIV dan hepatitis. Setelah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE), suami pasien juga dinyatakan positif HIV/AIDS.

“Begitu hasil keluar, kami langsung menindaklanjuti dengan PE dan memeriksa keluarga yang memiliki kontak erat,” jelas Mimiwati. Ia menambahkan, dua kasus lainnya ditemukan pada laki-laki dewasa, salah satunya telah kembali ke luar daerah bersama keluarganya setelah menjalani pemeriksaan.

Dinkes Pulang Pisau, lanjut Mimiwati, kini fokus memperkuat sistem pendampingan, deteksi dini, serta edukasi masyarakat agar penyebaran HIV/AIDS dapat ditekan. “Kami ingin memastikan setiap pasien mendapat perhatian dan kesempatan untuk hidup sehat tanpa stigma,” pungkasnya. (RHN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA